Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nilai Kearifan Lokal

Keris Warisan: Antara Logika dan Takdir

Aku hanya bisa menunduk, tak sanggup menatap dua orang di depanku. Ribuan kata keluar dari mulut mereka—nasehat, rayuan, bahkan ancaman. Aku hanya memperhatikan bibir hitam mereka yang terus menari. “Kau mengerti, Nak?” Ayah menepuk pundakku, suaranya penuh harap. “Paman harap kamu bersedia mengemban tugas mulia ini,” tambah Paman, mencoba meyakinkanku. “Ayah, Paman, biarkan aku berpikir dulu,” akhirnya aku bersuara setelah hampir satu jam hanya diam mendengarkan mereka. “Pikirkan baik-baik. Ini demi keluarga kita. Ayah harap kamu mengambil keputusan yang bijaksana.” Kata-kata Ayah menjadi penutup sebelum motor matik hitam mereka menghilang dari halaman kosku. Mereka datang membawa amanat keluarga besar di kampung: harapan agar aku bersedia menjadi penjaga keris pusaka peninggalan leluhur. Katanya, aku yang terpilih untuk tugas ini. Jika menolak, keluarga akan ditimpa bencana. Tiga hari kemudian, aku menelepon Ayah dan menyatakan penolakanku. Aku beralasan, kul...